Friday, August 14, 2015

PROSES PENANAMAN MIKROBA BLACK OPAL SEMPUR


Selain pemilihan bahan Black opal sempur yang bagus dan perlakuan proses treatment meliputi perendaman cairan, penjemuran, pengedapan dalam wadah/ penekanan udara, Penanaman mikroba untuk menguraikan unsur hara yang terkandung dalam black opal juga sangat mempengaruhi munculnya jarong. Mikroba dapat mengurai unsur hara, sebaiknya dibaca dulu apa saja unsur hara yang dibutuhkan bo untuk mengeluarkan jarong. Kali ini saya akan membahas mengenai penanaman mikroba pada black opal sempur yang merupakan faktor yang penting dalam merawat dan mengeluarkan jarong black opal sempur

Apa itu mikroba
Saya yakin semua pasti tau apa itu microba. cuma sedikit menambahkan Mikroba atau mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Untuk mikroba yang dibutuhkan BO adalah mikroba yang dapat bereaksi terhadap unsur hara dalam BO, untuk jenis microba tersebut saya juga masih belum paham. mungkin pakar biologi dan bebatuan yang sangat paham mengenai jenis-jenis microba tersebut.


Apa fungsi mikroba pada Black Opal sempur
Microba pada BO berfungsi seperti bakteri pada umumnya yaitu sebagai pengurai unsur hara yang tidak dapat larut hanya dengan air, merendam bahan ke dalam larutan yang penuh microba tujuannya agar bahan BO sempur menjadi rumah bagi microba, karena microba yang mati dan meleleh didalam badan BO nantinya akan mengeluarkan warna ketika bereaksi dengan unsur hara. bisa dikatakan microba ini adalah sarat utama yang dibutuhkan BO untuk mengeluarkan warna jarong. 
  
Bagaimana mikroba dapat memberi warna pada BO
Pada dasarnya bahan black opal sudah mengandung microba, mikroba tersebut terdapat pada badan BO maupun lumpur yang menyelimutinya, namun alangkah baiknya apabila kita menambah jumlah microba yang dibutuhkan black opal sempur supaya mendapatkan hasil yang maksimal. dengan merendam bahan BO sempur kedalam wadah dan diharapkan menjadi rumah bagi microba, seperti kita sebagai beternak microba. Semakin banyak jumlah microba semakin besar peluang BO untuk jarong dan semakin indah warna yang dihasilkan. Mikroba atau mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Mikroba dapat masuk ke dalam badan bo sempur melalui pori-porinya. setelah microba hidup dan berkembang biak didalam badan BO berarti peluang kita menghasilkan jarong semakin besar. Setelah melalui proses ini barulah kita menuju tahap selanjutnya yaitu treatment yang fungsinya pengkristalan dan membunuh microba yang sudah ada dalam badan BO (live for dead). Semua treatment bagus karena mempunyai tujuan yang sama yaitu "jarong" asal jangan menggunakan treat extreme yang malah dapat merusak batu.

Cara-cara penanaman mikroba yang sederhana
  • Rendam kedalam kolam ikan yang banyak mengandung lumut biasanya air berwarna hijau dimana  warna hijau tersebut berarti ada tanda-tanda kehidupan mikroba.
  • Masukkan kedalam buah-buahan (pepaya, mangga,dll) sampai busuk dan mengering.
  • Masukkan kedalam campuran sisa lumpur BO/lumpur sawah, air hujan/air kolam, pasir silika/sekam padi.
  • Atau membuat/beternak microba dengan cara masukkan sekam padi, bahan BO sempur kedalam botol yang telah diberi air dan sedikit garam (suhu lembab) serta disemprot EM4
  • Atau dengan cara anda sendiri berkreasi membuat microba.
Sekian ulasan saya mengenai proses penanaman mikroba pada bahan black opal sempur, mengenai lama proses penanaman minimal 1 bulan semakin lama semakin bagus, kita dituntut untuk sabar dan berusaha berjalan dijalur yang benar, yakin nantinya kita akan menuai hasil yang maksimal. Selamat Berkarya!!

Friday, August 7, 2015

PENGURAIAN BAHAN BLACK OPAL SEMPUR

Sebelum membahas apa itu penguraian bahan black opal sempur, Pernahkah anda mengetahui dan memiliki Black Opal yang "beruban" silika yang rusak berwarna putih kecoklatan atau putih kusam, berbentuk memanjang atau berupa rintik dan tidak kunjung mengeluarkan jarong? juga munculnya retakan pada bagian luar badan Black opal sempur ketika dalam proses treatemen?  Biasanya gejala tersebut terjadi karena pemanasan yang over pada bahan pada saat penjemuran atau pengovenan. hal ini disebabkan bahan black opal yang belum siap untuk ditreatment atau dengan kata lain bahan yang anda miliki belum terurai dengan sempurna.

Apa itu penguraian bahan black opal.
Perendaman ke dalam cairan dengan tujuan untuk mengeluarkan unsur mineraloid didalam Black Opal ke permukaan badan. mengurai ini dapat juga berfungsi sebagai cara mengeluarkan silika BO sebagai langkah awal dalam Mengeluarkan jarong Black Opal

Bagaimana cara mengurai bahan
  • Penguraian bisa menggunakan air mineral/aqua dengan cara merendam bahan black opal kedalam wadah toples kaca/plastik. Untuk mengetahui penguraian kita berhasil atau tidak, perhatikan air rendaman bahan, kalo air sudah keruh, berarti bahan black opal anda proses terurai, kemudian ganti air dengan yang baru yang masih jernih, perhatikan perubahan hari demi hari atau minggu demi minggu. lama perendaman tergantung bahan yang kita miliki. untuk air dapat juga menggunakan air hujan, air suling dan air sumur.
  • Atau rendam bahan black opal sempur ke dalam aquarium, lebih bagus apabila di dalam aquarium ada aliran air/waterpump  karena proses penguraian akan lebih cepat.
  • Kolam ikan atau empang yang airnya berwarna hijau atau penuh dengan lumut.
Ciri-ciri bahan yang sudah terurai/ siap treatment
Kapur dan Silika keluar dipermukaan badan black opal, bila perlu getah yang bening (kambium) juga terlihat dipermukaan.
Bila lumpur pada bahan dibuang motif serat nampak rapat dan halus.

Bila dibenturkan kelantai bunyinya nyaring seperti besi yang diadu.
Pembatas antara kulit dan daging tidak nampak, kalo bahan black opal sudah terurai biasanya terlihat silika melingkari pembatas antara badan dan kulit BO.
Lumpur melekat kuat pada badan BO dikarenakan lumpur bercampur dengan silika yang telah keluar.

contoh gambar bahan black opal yang telah terurai :

penguraian bahan

bahan terurai

Thursday, August 6, 2015

UNSUR WARNA BLACK OPAL SEMPUR DAN BATU KALIMAYA

Pernahkah terlintas dalam pikiran kita bagaimana batu black opal mengeluarkan warna jarong? Apakah semua fosil kayu dapat mengeluarkan warna jarong? Mengapa hanya batu Black Opal yang berasal dari Banten saja yang dapat mengeluarkan warna jarong? Bagaimana cara membuat warna jarong black opal menjadi Terang dan semakin banyak? Mengapa ada batu Black Opal yang hanya mengeluarkan warna tertentu, merah saja, atau hijau saja? Apa fungsi mineral silika, getah, dan bakteri pada Black Opal sempur? Dan bagaimana cara membuat Batu Black Opal sempur dapat mengeluarkan warna?. Ini sebuah misteri yang membuat banyak orang penasaran. Dalam artikel kali ini saya akan memberikan gambaran pengetahuan yang saya miliki mengenai Unsur pemberi warna Black Opal sempur kalimaya. Bagaimana sebuah batu, Fosil kayu, fosil mahluk hidup dapat mengeluarkan beraneka ragam warna yang indah. Lebih tepatnya Apa yang membuat Batu Black Opal Sempur mengeluarkan warna? Jawabannya adalah Logam mineraloid yang terkandung dalam Unsur Hara. Pernahkah anda mendengar treatment menggunakan lilitan tembaga pada badan BO? apakah fungsi lilitan kabel tembaga tersebut? dan treatment itupun sukses memunculkan warna, aneh bukan. Pewarnaan menggunakan logam ada yang menggunakan proses kimia dan alami, kita pilih sesuai keinginan saja. Pertanyaan selanjutnya bagaimana logam-logam tersebut dapat masuk ke dalam Black opal secara alami? kuncinya ada pada Microba (artikel selanjutnya).
Apa saja logam yang dapat memberikan warna?
Berikut adalah contoh logam yang dapat bereaksi memunculkan warna saat berada di titik didih atau di titik jenuh :

Cesium dapat memberikan warna biru-ungu pada BO
Karakteristik metal ini dapat dilihat pada spektrum yang memiliki dua garis biru yang terang dan beberapa di bagian merah, kuning dan hijau. Elemen ini putih keperak-perakan, lunak dan mudah dibentuk. Sesium merupakan elemen akalin yang paling elektropositif. Sesium, galium dan raksa adalah tiga logam yang berbentuk cair pada suhu ruangan. Sesium bereaksi meletup-letup dengan air dingin, dan bereaksi dengan es pada suhu di atas 116 derajat Celsius. Sesium hidroksida, basa paling keras yang diketahui, bereaksi keras dengan kaca.

Natrium dapat memberikan warna kuning pada BO
Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam reaktif yang lunak, keperakan, dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkali yang banyak terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia sangat reaktif, apinya berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air, sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni. Natrium adalah logam keperak-perakan yang lembut dan mengapung di atas air. Tergantung pada jumlah oksida dan logam yang terkekspos pada air, natrium dapat terbakar secara spontanitas. Lazimnya unsur ini tidak terbakar pada suhu dibawah 115 derajat Celcius.

Berilium dan litium dapat memberikan warna putih pada BO
Berilium merupakan salah satu logam ringan dengan leleh tertinggi. Logam ini memiliki konduktivitas termal yang sangat baik, bukan magnetik, tahan terhadap asam nitrat pekat, serta pada suhu dan tekanan standar mampu melawan oksidasi ketika terkena udara. Berilium ditemukan dalam 30 mineral yang berbeda, yang paling penting adalah bertrandite, beryl, chrysoberyl, dan phenacite.

Magnesium dapat memberikan warna putih cemerlang pada BO
 Magnesium menghasilkan cahaya putih yang terang apabila dibakar dalam udara. Ini digunakan pada zaman awal fotografi di mana serbuk magnesium digunakan sebagai sumber pencahayaan (serbuk kilat). Kemudiannya, pita magnesium digunakan dalam mentol denyar yang dinyala secara elektrik. Serbuk magnesium masih digunakan dalam pembuatan mercun dan nyala marin apabila cahaya putih terang diperlukan.

Kalsium dapat memberikan warna kuning orange pada BO
Barium dapat memberikan warna hijau pada BO
Stronsium dapat memberikan warna merah pada BO
Strontium lebih lunak dibanding kalsium dan terdekomposisi dalam air secara cepat. Ia tidak menyerap nitrogen dibawah suhu 380 derajat Celcius. Elemen ini harus direndam dalam minyak tanah (kerosene) untuk menghindari oksidasi. Logam strontium yang baru terbelah memiliki warna keperak-perakan, tapi dapat dengan cepat menjadi kuning jika teroksidasi. Logam ini jika terbelah secara halus dapat terbakar di udara secara spontan.

Kalium dapat memberikan warna ungu pada BO
Logam ini merupakan logam ketujuh paling banyak dan terkandung sebanyak 2.4% (berat) di dalam kerak bumi. Kebanyakan mineral kalium tidak terlarut dalam air dan unsur kalium sangat sulit diambil dari mineral-mineral tersebut. Unsur ini sangat reaktif dan yang paling elektropositif di antara logam-logam. Kecuali litium, kalium juga logam yang sangat ringan. Kalium sangat lunak, dan mudah dipotong dengan pisau dan tampak keperak-perakan pada permukaan barunya. Elemen ini cepat sekali teroksida dengan udara dan harus disimpan dalam kerosene (minyak tanah). Seperti halnya dengan logam-logam lain dalam grup alkali, kalium mendekomposisi air dan menghasilkan gas hidrogen. Unsur ini juga mudah terbakar pada air. Kalium dan garam-garamnya memberikan warna ungu pada lidah api.

Rubidium dapat memberikan warna ungu kekuningan pada BO
Rubidium dapat menjelma dalam bentuk cair pada suhu ruangan. Ia merupakan logam akali yang lembut, keperak-perakan dan unsur akali kedua yang paling elektropositif. Ia terbakar secara spontan di udara dan bereaksi keras di dalam air, membakar hidrogen yang terlepaskan. Dengan logam-logam alkali yang lain, rubidium membentuk amalgam dengan raksa dan campuran logam dengan emas, cesium dan kalium. Ia membuat lidah api bewarna ungu kekuning-kuningan. Logam rubidium juga dapat dibuat dengan cara mereduksi rubidium klorida dengan kalsium dan dengan beberapa metoda lainnya. Unsur ini harus disimpan dalam minyak mineral yang kering, di dalam vakum atau diselubungi gas mulia. Semua warna ini terdapat pada warna Kembang api. 

Saturday, August 1, 2015

CARA MERAWAT BATU KALIMAYA

Batu Kalimaya merupakan salah satu batuan Opal yang ada di Indonesia. Kandungan Batu Ini adalah Silika (SiO2.nH2) yang terhidrasi oleh air yang mengandung oksigen. Batu Kalimaya sendiri diambil dari istilah dalam bahasa Indonesia untuk Batu Opal yang berasal dari desa Maja, Lebak, Propinsi Banten. Kali yang artinya sungai dan Maja adalah nama desa tempat ditemukannya batuan ini, maka disebutlah dengan istilah Kalimaya
Penghasil Batu Kalimaya di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Maja, Sajira, dan Cimarga karena daerah tersebut Merupakan Pusat tambang kalimaya. Untuk mendapat batu permata tersebut dilakukan dengan eksploitasi secara tradisional, yakni menggali lubang ke bawah tanah hingga puluhan kilometer . menurut penambang setempat , Jika terdapat batu kalimaya di bawah tanah , maka akan terlihat pancaran sinar. Selain batu kalimaya, ditempat penambangan juga ditemukan fosil kayu sempur atau lebih dikenal dengan Black Opal Sempur/Opalizewood. Hingga kini , batu opal asal banten ini merupakan opal terbaik di dunia karena memiliki aneka warna yang bagus dibandingkan opal dari wilayah tambang Australia , afrika , atau Amerika Latin.
Batu Opal Kalimaya dari Banten merupakan salah satu jenis batu mulia yang paling banyak dicari. Harga opal Banten relatif lebih mahal dari pada opal Afrika dan Australia. Hal ini mungkin dikarenakan belum terexploitasinya sumber-sumber deposit batu mulia opal di Banten atau memang deposit Batu opal Banten yang terbatas. Batu Opal Kalimaya yang ditambang di indonesia umumnya berwarna Putih, Bening, coklat, warna teh, merah dan hitam. Kalimaya yang berwarna putih disebut dengan Kalimaya Susu, coklat biasa disebut kalimaya kopi, kalimaya Teh karena warnanya yg mirip dengan warna teh, warna bening disebut Kalimaya kristal, sedangkan warna merah biasa disebut dengan Fire Opal, Opal yang berwarna hitam disebut dengan Black Opal atau Dark Opal.
Contoh Batu Kalimaya-Merawat Batu Kalimaya

Bagaimana cara merawat Batu Kalimaya?
Batu Kalimaya memerlukan perawatan dan perhatian khusus tidak seperti batu mulia lainnya. Batu yang satu ini mudah sekali pecah apabila tidak hati-hati dalam memakainya. Kekerasan batu Kalimaya hanya sekitar 5 - 6 skala moh. Sekitar 5 - 6 persen bagian dari batu opal jenis ini adalah air yang meresap kedalam lubang-lubang mikroskopiknya. Dalam keadaan kering dan panas batu opal dapat retak dan pecah dengan sendirinya. Oleh karena itu, batu ini kadang kala harus dibasahi dengan air atau minyak. Batu ini juga rawan kalau terkena benturan oleh karena itu kita harus pandai-pandai menjaganya.
Tips merawat batu kalimaya:
  • Jangan memakai cincin batu kalimaya apabila melakukan aktifitas yang berat. Untuk menghindari batu dari benturan
  • Jangan dijemur dalam keadaan kering, karena mudah pecah. Jemurlah dengan cara merendam menggunakan media air hujan/air suling/air mineral.
  •  Simpan batu ditempat yang lembab.
  • Basahi permukaan batu kalimaya dengan air secara rutin fungsinya (melindungi dari keretakan dan merangsang warna supaya lebih terang)

Bagaimana cara merawat Batu Kalimaya yang belum jarong/mengeluarkan warna (masih bahan)?
Pada dasarnya Batu Kalimaya yang berasal dari lebak, Banten ini sudah memenuhi Unsur-unsur yang diperlukan untuk memunculkan warna sehingga dapat membiaskan cahaya yang berwarna warni. cuma diperlukan kesabaran dan perlakuan yang dapat merangsang Batu Kalimaya agar cepat mengeluarkan warna jarong . Perlakuan tersebut meliputi Perendaman dan Penjemuran.
Pastikan Bahan yang akan dirawat sudah menjalani Proses Penanaman Mikroba saya akan tulis dan bahas pada artikel selanjutnya.
Perendaman dilakukan dalam toples kaca dan tertutup rapat, sore sampai dengan pagi hari menggunakan air dengan PH normal. Bisa menggunakan Air Sumur,Air Mineral, atau Air Suling. kalau kita menggunakan air yang sifatnya Asam (cuka,jeruk dll) tambahkan sedikit garam dapur yang sifatnya Basa. Air yang bersifat asam dapat bereaksi terhadap unsur dalam Batu Kalimaya, akan tetapi apabila terlalu asam dapat membuat rapuh/retak bahan. oleh karenanya lebih baik ditambahkan garam untuk mengontrol asam pada air rendaman. Lakukan perendaman dengan rutin dan letakkan ditempat yang sejuk, semakin sejuk maka semakin banyak oksigen yang dihasilkan.

Penjemuran sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara pkul 8 pagi sampai pukul 1 siang (suhu ideal bagi Opal adalah 44'C).  Media/wadah hendaknya menggunakan toples yang terbuat dari kaca dan tertutup rapat  fungsinya agar suhu dalam wadah merata karena kaca dapat menyimpan dan menyebarkan panas. lakukan penjemuran antara 1-3 jam saja dalam sehari. Lakukan dengan rutin dengan penuh kesabaran. Cek Air setiap 5-7 hari sekali apakah ada perubahan warna pada air tersebut, jika air sudah kotor/keruh berarti langkah kita sudah tepat, kotoran yang ada didalam batu yang menghambat keluarnya warna sudah mulai terangkat, kemudian ganti dengan air yang baru.
Yakinlah bahwa usaha kita dalam Merawat Batu Kalimaya tidak sia-sia.
SELAMAT MENCOBA