Thursday, August 6, 2015

UNSUR WARNA BLACK OPAL SEMPUR DAN BATU KALIMAYA

Pernahkah terlintas dalam pikiran kita bagaimana batu black opal mengeluarkan warna jarong? Apakah semua fosil kayu dapat mengeluarkan warna jarong? Mengapa hanya batu Black Opal yang berasal dari Banten saja yang dapat mengeluarkan warna jarong? Bagaimana cara membuat warna jarong black opal menjadi Terang dan semakin banyak? Mengapa ada batu Black Opal yang hanya mengeluarkan warna tertentu, merah saja, atau hijau saja? Apa fungsi mineral silika, getah, dan bakteri pada Black Opal sempur? Dan bagaimana cara membuat Batu Black Opal sempur dapat mengeluarkan warna?. Ini sebuah misteri yang membuat banyak orang penasaran. Dalam artikel kali ini saya akan memberikan gambaran pengetahuan yang saya miliki mengenai Unsur pemberi warna Black Opal sempur kalimaya. Bagaimana sebuah batu, Fosil kayu, fosil mahluk hidup dapat mengeluarkan beraneka ragam warna yang indah. Lebih tepatnya Apa yang membuat Batu Black Opal Sempur mengeluarkan warna? Jawabannya adalah Logam mineraloid yang terkandung dalam Unsur Hara. Pernahkah anda mendengar treatment menggunakan lilitan tembaga pada badan BO? apakah fungsi lilitan kabel tembaga tersebut? dan treatment itupun sukses memunculkan warna, aneh bukan. Pewarnaan menggunakan logam ada yang menggunakan proses kimia dan alami, kita pilih sesuai keinginan saja. Pertanyaan selanjutnya bagaimana logam-logam tersebut dapat masuk ke dalam Black opal secara alami? kuncinya ada pada Microba (artikel selanjutnya).
Apa saja logam yang dapat memberikan warna?
Berikut adalah contoh logam yang dapat bereaksi memunculkan warna saat berada di titik didih atau di titik jenuh :

Cesium dapat memberikan warna biru-ungu pada BO
Karakteristik metal ini dapat dilihat pada spektrum yang memiliki dua garis biru yang terang dan beberapa di bagian merah, kuning dan hijau. Elemen ini putih keperak-perakan, lunak dan mudah dibentuk. Sesium merupakan elemen akalin yang paling elektropositif. Sesium, galium dan raksa adalah tiga logam yang berbentuk cair pada suhu ruangan. Sesium bereaksi meletup-letup dengan air dingin, dan bereaksi dengan es pada suhu di atas 116 derajat Celsius. Sesium hidroksida, basa paling keras yang diketahui, bereaksi keras dengan kaca.

Natrium dapat memberikan warna kuning pada BO
Natrium atau sodium adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Na dan nomor atom 11. Natrium adalah logam reaktif yang lunak, keperakan, dan seperti lilin, yang termasuk ke logam alkali yang banyak terdapat dalam senyawa alam (terutama halite). Dia sangat reaktif, apinya berwarna kuning, beroksidasi dalam udara, dan bereaksi kuat dengan air, sehingga harus disimpan dalam minyak. Karena sangat reaktif, natrium hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni. Natrium adalah logam keperak-perakan yang lembut dan mengapung di atas air. Tergantung pada jumlah oksida dan logam yang terkekspos pada air, natrium dapat terbakar secara spontanitas. Lazimnya unsur ini tidak terbakar pada suhu dibawah 115 derajat Celcius.

Berilium dan litium dapat memberikan warna putih pada BO
Berilium merupakan salah satu logam ringan dengan leleh tertinggi. Logam ini memiliki konduktivitas termal yang sangat baik, bukan magnetik, tahan terhadap asam nitrat pekat, serta pada suhu dan tekanan standar mampu melawan oksidasi ketika terkena udara. Berilium ditemukan dalam 30 mineral yang berbeda, yang paling penting adalah bertrandite, beryl, chrysoberyl, dan phenacite.

Magnesium dapat memberikan warna putih cemerlang pada BO
 Magnesium menghasilkan cahaya putih yang terang apabila dibakar dalam udara. Ini digunakan pada zaman awal fotografi di mana serbuk magnesium digunakan sebagai sumber pencahayaan (serbuk kilat). Kemudiannya, pita magnesium digunakan dalam mentol denyar yang dinyala secara elektrik. Serbuk magnesium masih digunakan dalam pembuatan mercun dan nyala marin apabila cahaya putih terang diperlukan.

Kalsium dapat memberikan warna kuning orange pada BO
Barium dapat memberikan warna hijau pada BO
Stronsium dapat memberikan warna merah pada BO
Strontium lebih lunak dibanding kalsium dan terdekomposisi dalam air secara cepat. Ia tidak menyerap nitrogen dibawah suhu 380 derajat Celcius. Elemen ini harus direndam dalam minyak tanah (kerosene) untuk menghindari oksidasi. Logam strontium yang baru terbelah memiliki warna keperak-perakan, tapi dapat dengan cepat menjadi kuning jika teroksidasi. Logam ini jika terbelah secara halus dapat terbakar di udara secara spontan.

Kalium dapat memberikan warna ungu pada BO
Logam ini merupakan logam ketujuh paling banyak dan terkandung sebanyak 2.4% (berat) di dalam kerak bumi. Kebanyakan mineral kalium tidak terlarut dalam air dan unsur kalium sangat sulit diambil dari mineral-mineral tersebut. Unsur ini sangat reaktif dan yang paling elektropositif di antara logam-logam. Kecuali litium, kalium juga logam yang sangat ringan. Kalium sangat lunak, dan mudah dipotong dengan pisau dan tampak keperak-perakan pada permukaan barunya. Elemen ini cepat sekali teroksida dengan udara dan harus disimpan dalam kerosene (minyak tanah). Seperti halnya dengan logam-logam lain dalam grup alkali, kalium mendekomposisi air dan menghasilkan gas hidrogen. Unsur ini juga mudah terbakar pada air. Kalium dan garam-garamnya memberikan warna ungu pada lidah api.

Rubidium dapat memberikan warna ungu kekuningan pada BO
Rubidium dapat menjelma dalam bentuk cair pada suhu ruangan. Ia merupakan logam akali yang lembut, keperak-perakan dan unsur akali kedua yang paling elektropositif. Ia terbakar secara spontan di udara dan bereaksi keras di dalam air, membakar hidrogen yang terlepaskan. Dengan logam-logam alkali yang lain, rubidium membentuk amalgam dengan raksa dan campuran logam dengan emas, cesium dan kalium. Ia membuat lidah api bewarna ungu kekuning-kuningan. Logam rubidium juga dapat dibuat dengan cara mereduksi rubidium klorida dengan kalsium dan dengan beberapa metoda lainnya. Unsur ini harus disimpan dalam minyak mineral yang kering, di dalam vakum atau diselubungi gas mulia. Semua warna ini terdapat pada warna Kembang api. 

No comments:

Post a Comment